Mengungkap Fakta di Balik Bahaya Piring Melamin

Kabar yang beredar seputar bahaya piring melamin memang cukup meresahkan. Pasalnya, peralatan makan dari bahan melamin banyak digunakan karena tidak mudah pecah, awet, dan harganya murah. Namun, benarkah piring melamin berbahaya dan kurang baik bagi kesehatan?

Melamin adalah senyawa kimia berbasis slot bonus new member 100 nitrogen yang digunakan oleh banyak produsen untuk membuat sejumlah produk, terutama peralatan makan plastik. Selain peralatan makan, melamin juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan papan tulis (whiteboard), lem, dan perkakas rumah tangga.

Apakah Piring Melamin Aman?

Sebenarnya, piring melamin aman digunakan, asalkan Anda tidak menggunakannya untuk menyajikan makanan panas atau yang bersuhu lebih dari 700 Celsius. Perlengkapan makan dan minum dari melamin juga sebaiknya tidak dipanaskan di dalam microwave.

Hal ini karena saat terpapar suhu panas, zat kimia dalam piring melamin dapat memuai dan terserap ke dalam makanan. Bahan kimia ini juga dapat berpindah ketika piring melamin dipakai untuk menyajikan makanan yang rasanya asam, seperti jeruk, tomat, atau makanan yang mengandung cuka.

Makin lama piring melamin terpapar suhu panas atau zat asam, makin banyak pula zat kimia melamin yang bisa terserap ke dalam makanan. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari penggunaan piring melamin untuk menyajikan makanan asam atau panas.

Risiko Penggunaan Peralatan Makan Melamin bagi Kesehatan
Salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi akibat paparan melamin berlebihan adalah penyakit ginjal, seperti batu ginjal dan gagal ginjal.

Paparan melamin secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesuburan pada wanita, hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan kanker.

Temuan ini diperkuat dengan kasus keracunan melamin yang terjadi di Tiongkok pada 2008, meski yang ditemukan bukanlah melamin dari peralatan makan. Pada saat itu, pemerintah Tiongkok menemukan bahwa sejumlah bayi dan balita jatuh sakit karena paparan melamin yang ditambahkan secara ilegal ke dalam susu formula.

Produsen susu formula tersebut menambahkan melamin untuk meningkatkan kandungan protein dalam susu secara sintetis. Bayi dan balita yang menjadi korban, kemudian mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami gangguan saluran kemih.

Selain itu, temuan lain juga mengungkapkan bahwa kebanyakan kasus batu ginjal yang terjadi pada balita di Tiongkok diduga disebabkan oleh konsumsi produk susu dan makanan yang mengandung melamin.

Sebelumnya, pada tahun 2007, keracunan melamin menyebabkan kematian lebih dari 1.000 hewan peliharaan rumah tangga di Amerika Utara. Penyebabnya adalah pakan hewan yang diimpor dari Tiongkok ditemukan memiliki kadar melamin dalam jumlah tinggi.

Perlukah Berhenti Menggunakan Piring Melamin?
Meski berbahaya, tetapi Anda tidak perlu membuang semua peralatan makan berbahan melamin di rumah. Secara umum, bahaya piring melamin tidak perlu dikhawatirkan asalkan penggunaannya benar.

Untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat pemakaian piring melamin, pastikan peralatan makan melamin terbuat dari bahan berkualitas, berlabel food grade, dan kondisinya baik, seperti tidak tergores atau retak.

Namun, jika Anda masih ragu untuk menggunakan piring melamin, Anda bisa memilih untuk menggunakan piring, mangkuk, atau gelas berbahan lain yang lebih aman, misalnya dari bahan keramik atau kaca.

Manfaat Buah Pir untuk Kesehatan

Manfaat buah pir bagi kesehatan sayang untuk dilewatkan. Buah kaya nutrisi yang memiliki rasa manis dan bertekstur renyah ini dipercaya dapat menurunkan berat badan hingga mengurangi risiko terjadinya penyakit kanker.

Untuk mendapatkan manfaat buah pir, Anda dapat mengonsumsi buah ini secara langsung maupun mengolahnya menjadi jus atau smoothies. Namun, pastikan Anda mencuci buah pir di bawah air mengalir hingga benar-benar bersih sebelum mengonsumsinya.

Berikut ini adalah ragam manfaat buah pir bagi kesehatan tubuh:

  1. Melancarkan pencernaan

Mengonsumsi 2 buah pir dapat memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan serat harian Anda. Asupan serat yang cukup dapat membantu melancarkan buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit.

Berkat proses BAB yang lancar, kesehatan saluran cerna dan kesehatan tubuh secara keseluruhan pun dapat terjaga.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Manfaat buah pir selanjutnya bisa Anda dapatkan berkat kandungan vitamin C yang terkandung di dalamnya. Vitamin C diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain vitamin C, buah pir juga mengandung vitamin K, tembaga, dan antioksidan flavonoid yang bermanfaat untuk melawan peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh.

  1. Membantu menjaga berat badan

Kandungan serat dan air yang tinggi dalam buah pir dapat memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga mampu mengurangi keinginan Anda untuk makan secara berlebih. Hal ini didukung oleh penelitian yang membuktikan manfaat buah pir untuk mencegah obesitas.

Agar upaya menjaga berat badan berjalan lebih optimal, konsumsi buah pir juga perlu diimbangi dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, mengurangi konsumsi junk food dan minuman beralkohol, serta minum cukup air.

  1. Meningkatkan kesehatan kulit

Manfaat buah pir juga bisa dirasakan pada kulit. Pasalnya, buah ini mengandung vitamin C dan tembaga, yaitu nutrisi yang berperan penting dalam pembentukan kolagen. Kolagen sendiri merupakan protein yang berpengaruh terhadap elastisitas kulit.

  1. Menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2

Mencegah terjadinya diabetes tipe 2 merupakan salah satu manfaat buah pir lainnya. Ini berkat kandungan serat dalam buah pir yang dapat mencegah lonjakan gula darah serta menjaganya tetap terkontrol. Ini karena buah pir termasuk jenis buah dengan indeks glikemik yang rendah.

Selain itu, kandungan antosianin pada buah pir yang berwarna kemerahan diduga bersifat antidiabetes dan antiradang. Namun, kegunaan antosianin dalam mencegah diabetes masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ketahui Perawatan Kulit Berminyak yang Tepat

Perawatan kulit berminyak bisa dimulai dengan memilih produk perawatan yang tepat. Selain untuk memberikan tampilan pori-pori yang tampak lebih kecil dan bebas dari kulit mengilap, hal ini juga bertujuan untuk mencegah agar tidak mudah berjerawat.

Kulit berminyak terjadi akibat produksi minyak atau sebum yang berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, menimbulkan jerawat, komedo, serta kulit tampak kusam dan mengilap.

Terdapat beberapa faktor penyebab kulit berminyak, di antaranya genetik, stres, ketidakseimbangan hormon, dan keringat berlebihan akibat suhu udara atau cuaca yang panas.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda dapat menerapkan perawatan kulit berminyak. Dengan melakukan perawatan yang tepat dan teratur, Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Berbagai Perawatan Kulit Berminyak

Berikut ini adalah beberapa perawatan kulit berminyak yang bisa Anda lakukan:

  1. Menggunakan sabun cuci muka atau facial foam

Cucilah wajah 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari, atau setelah berkeringat dengan menggunakan sabun muka yang lembut untuk perawatan kulit berminyak. Mencuci wajah dengan sabun yang berbahan kimia keras bisa memicu iritasi dan produksi minyak berlebih.

  1. Menggunakan produk perawatan khusus kulit berminyak

Gunakanlah produk perawatan wajah khusus yang bebas minyak atau oil-free. Selain itu, pilih produk perawatan wajah yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida. Kandungan tersebut bisa membersihkan pori-pori yang tersumbat dan mencegah jerawat.

Anda juga bisa memilih rangkaian perawatan kulit yang mengandung bahan alami, seperti ekstrak witch hazel. Ekstrak witch hazel sering digunakan pada kulit berminyak karena dipercaya dapat mengecilkan pori-pori.

  1. Mengoleskan pelembap

Meski memiliki kulit yang berminyak, Anda tetap perlu menggunakan pelembap. Selain untuk perawatan kulit berminyak, penggunaan pelembab penting untuk mencegah munculnya tanda penuaan dini. Gunakanlah produk pelembap yang bebas minyak setiap hari. Pelembap ini biasanya berlabel non-comedogenic atau oil-free.

  1. Menggunakan kertas minyak

Kertas minyak sangat bermanfaat dalam perawatan kulit berminyak. Pasalnya, kertas minyak membantu menyerap minyak berlebih dan membuat wajah bebas kilap.

Untuk menggunakan kertas minyak, cukup tekan-tekan secara lembut, bukan menggosokkannya, ke bagian wajah yang berminyak.

  1. Memakai tabir surya

Apa pun jenis kulit Anda, pastikan Anda rutin menggunakan tabir surya dengan SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Hal ini sangat penting dilakukan untuk melindungi kulit dari efek sinar UVA dan UVB.

Anda juga dapat menghindari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan kacamata hitam atau topi.

Menilik Nutrisi dan Manfaat Jeruk Kasturi

Meski memiliki ukuran yang relatif kecil, jeruk kasturi ternyata memiliki manfaat yang besar bagi tubuh. Manfaat ini berasal dari beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya. Mari kenali ragam nutrisi dan manfaat jeruk kasturi bagi kesehatan tubuh dalam artikel berikut ini.

Anda mungkin tidak asing dengan jeruk kasturi? Jeruk kasturi atau dikenal juga dengan nama jeruk kalamansi adalah jenis jeruk yang banyak tumbuh di Tiongkok dan Filipina. Namun, jeruk kasturi kini juga telah dibudidayakan di Indonesia.

Buah jeruk kasturi berukuran kecil dan memiliki beragam warna, yaitu hijau, kuning kehijauan, dan kuning mencolok. Buah ini memiliki aroma yang menyegarkan dan rasa yang asam. Di beberapa daerah, jeruk kasturi sering dijadikan sebagai campuran minuman dan diolah menjadi selai.

Selain berbagai nutrisi di atas, jeruk kasturi juga mengandung banyak antioksidan, seperti asam sitrat, polifenol, flavonoid, lutein, zeaxanthin, dan karoten. Mengingat nutrisinya yang cukup banyak, jeruk kasturi juga menawarkan beragam manfaat untuk kesehatan tubuh.

Beragam Manfaat Jeruk Kasturi

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari jeruk kasturi untuk kesehatan:

  1. Memperkuat sistem imunitas tubuh

Sistem kekebalan atau imunitas tubuh berperan penting untuk membasmi berbagai kuman, virus, dan parasit yang dapat menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, Anda perlu selalu menjaga daya tahan tubuh. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, seperti jetuk kasturi.

Kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi pada jeruk kasturi diketahui dapat memperkuat daya tahan tubuh. Tak hanya itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa ekstrak jeruk kasturi terlihat memiliki efek antibakteri.

  1. Membersihkan saluran pernapasan

Jeruk kasturi dan lemon sudah digunakan sejak lama sebagai salah satu pengobatan tradisional untuk mengatasi batuk. Hal ini pun dibuktikan oleh beberapa riset yang menyebutkan bahwa air jeruk kasturi dapat mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tenggorokan.

Selain itu, jeruk kasturi juga banyak mengandung vitamin C dan antioksidan yang diketahui baik untuk mempercepat pemulihan flu.

  1. Mengurangi kolesterol

Beberapa penelitian membuktikan bahwa jeruk kasturi dapat menurunkan kadar kolesterol. Ini dikarenakan jeruk kasturi mengandung serat dan antioksidan. Dengan terkontrolnya kadar kolesterol, risiko terkena sejumlah penyakit, seperti aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke, juga akan berkurang.

  1. Mengontrol gula darah

Jeruk kasturi merupakan salah satu jenis buah yang mengandung indeks glikemik rendah. Dengan demikian, buah ini tidak berpotensi meningkatkan kadar gula darah secara drastis.

Tak hanya itu, kandungan nutrisi di dalam jeruk kasturi, seperti vitamin C, mineral, dan antioksidan, juga diketahui dapat mengurangi risiko resistensi insulin. Hal ini membuat gula darah lebih mudah terkontrol sehingga baik untuk mencegah diabetes.

  1. Merangsang pembentukan kolagen

Kolagen merupakan jenis protein yang jumlahnya paling banyak di dalam tubuh. Zat ini memiliki berbagai fungsi penting, di antaranya untuk memudarkan kerutan, menjaga elastisitas kulit, dan mempercepat penyembuhan luka.

Kolagen juga berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan jaringan tubuh, seperti kulit, otot, jaringan ikat, pembuluh darah, dan tulang. Asupan kolagen bisa diperoleh melalui beberapa cara, yaitu dengan mengonsumsi suplemen kolagen atau makanan yang kaya akan kolagen, seperti daging, ikan, telur, dan kacang.

Selain itu, Anda juga bisa meningkatkan jumlah kolagen dengan cara mengonsumsi jeruk kasturi. Hal ini karena buah tersebut mengandung banyak vitamin C, yaitu vitamin yang dapat merangsang pembentukan kolagen secara alami.

Obat Bibir Kering Alami yang Perlu Anda Coba

Salah cara untuk mengatasi bibir kering adalah dengan lip balm. Namun, jangan salah, ada juga beberapa obat bibir kering alami yang bisa Anda coba. Penasaran? Simak ulasan berikut.

Bibir adalah bagian tubuh yang tidak memiliki kelenjar minyak. Oleh sebab itu, bibir tidak bisa melakukan proses pelumasan secara alami. Fakta inilah yang membuat bibir menjadi rentan mengalami kekeringan dan juga pecah-pecah.

Bibir bisa menjadi kering atau pecah-pecah bahkan terasa gatal akibat terlalu sering menjilati bibir, kurang minum, terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama, cuaca yang terlalu kering, atau mengonsumsi obat tertentu.

Beragam Obat Bibir Kering Alami
Bibir kering memang tidak berbahaya. Akan tetapi, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan dan penampilan Anda.

Cara terbaik untuk mengatasi bibir kering adalah dengan menggunakan lip balm. Lip balm berfungsi sebagai pelindung untuk menjaga bibir Anda dari paparan sinar matahari, angin, maupun cuaca panas atau dingin. Bukan hanya itu, lip balm juga dapat menjaga kelembapan bibir dan menghindari infeksi pada bibir yang pecah-pecah.

Meski demikian, tidak semua produk lip balm cocok untuk mengatasi bibir kering. Pasalnya, ada beberapa produk lip balm yang mengandung bahan-bahan yang justru menyebabkan bibir semakin kering, seperti mentol, fenol, dan asam salisilat.

Oleh karena itu, pilihlah lip balm yang mengandung bahan-bahan yang bisa melembapkan, seperti shea butter, petroleum jelly, dan minyak biji rami.

Selain lip balm, ada juga obat bibir kering alami yang bisa Anda coba di rumah, yaitu:

  1. Vitamin E

Vitamin E mampu mengembalikan kekenyalan dan kelembapan bibir Anda. Tidak hanya itu, vitamin E juga bisa mempercepat regenerasi kulit dan mencegah iritasi pada bibir yang pecah-pecah.

Untuk memanfaatkannya sebagai pelembap bibir alami, Anda bisa mencampurkan minyak vitamin E dengan minyak lain, seperti minyak almond atau minyak kelapa, lalu mengoleskannya pada bibir.

  1. Gel lidah buaya

Lidah buaya (Aloe vera) juga bisa Anda jadikan obat bibir kering. Lidah buaya mengandung berbagai zat alami, seperti antioksidan, vitamin, dan mineral, yang bisa mengatasi bibir kering dan pecah-pecah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, oleskan gel lidah buaya ke bibir secara rutin.

  1. Air putih

Bibir yang kering dan pecah-pecah bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami dehidrasi. Dehidrasi bisa terjadi bila tubuh kurang asupan cairan atau kehilangan banyak cairan. Saat mengalami dehidrasi, tubuh akan menarik air dari berbagai jaringan, termasuk kulit bibir. Oleh karena itu, penuhilah kebutuhan cairan tubuh Anda dengan mengonsumsi setidaknya 8 gelas air putih setiap hari.

  1. Eksfoliasi bibir (pengelupasan kulit bibir)

Melakukan scrubbing pada bibir yang kering dan pecah-pecah dapat membuat kulit yang kering terkelupas, sehingga bibir menjadi lebih lembut. Cara ini lebih dianjurkan daripada mengelupasi kulit bibir dengan jari.

Selain menggunakan scrub bibir yang sudah jadi, Anda bisa membuat scrub bibir sendiri di rumah dengan mencampurkan madu dan gula pasir.

Cara Mengatasi Sesak Napas pada Malam Hari

Sesak napas pada malam hari sering kali terasa mengganggu. Tidak hanya mengganggu waktu dan kualitas tidur, tapi juga berdampak pada produktivitas pada pagi hari. Bagaimana cara mengatasi sesak napas pada malam hari?

Sesak napas bisa menandakan gangguan jantung, paru-paru, atau berbagai macam gangguan kesehatan lainnya. Namun, untuk memastikan penyebab sesak napas pada malam hari, pemeriksaan dokter perlu dilakukan.

Mengenal Sesak Napas pada Malam Hari
Bila sesak napas terjadi beberapa jam setelah tidur, kondisi ini dikenal dengan paroxysmal nocturnal dyspnea atau PND, yaitu gangguan pernapasan yang menyebabkan sesak napas mendadak saat tidur. Akibatnya, Anda bisa tiba-tiba terbangun dengan napas terengah-engah.

Lalu, apakah sesak napas pada malam hari ini sama dengan kondisi apnea tidur atau sleep apnea? Jawabannya tidak.

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali saat tidur karena otak tidak mengirimkan sinyal yang diperlukan untuk bernapas dengan benar.

Hal ini ditandai dengan mengorok dan tetap merasa mengantuk meski setelah tidur lama. Sedangkan, sesak napas saat tidur bisa saja disebabkan oleh sleep apnea, tetapi tidak sebaliknya.

Penyebab Sesak Napas pada Malam Hari dan Cara Menanganinya

Penanganan terhadap sesak napas pada malam hari tergantung pada apa penyebabnya. Pada dasarnya tujuan dari pengobatan lebih fokus untuk pengelolaan stres dan meningkatkan kualitas tidur Anda.

Untuk meredakan sesak napas yang ringan pada malam hari, Anda bisa tidur menggunakan dua bantal atau posisi kepala lebih tinggi sebagai solusi sementara.

Jika kondisi ini disebabkan oleh gagal jantung, sejumlah perawatan medis, seperti terapi diuretik maupun obat jantung akan diberikan, bahkan pembedahan bisa dilakukan.

Jika keluhan disebabkan oleh gangguan sistem pernapasan, sejumlah pengobatan bisa meringankan sesak napas pada malam hari. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat asma jangka panjang, bila memang penyebabnya adalah asma.

Jika sesak napas pada malam hari yang disebabkan oleh asam lambung bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup dan pola makan, atau mengonsumsi obat antasida.

Mencegah Sesak Napas pada Malam Hari
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa sesak napas pada malam hari merupakan suatu gejala dari berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penyakit asam lambung, sampai kondisi yang lebih serius, seperti gangguan pernapasan atau gagal jantung.

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter terkait dengan sesak napas pada malam hari yang Anda alami. Pasalnya, hal ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius, terutama jika disertai dengan beberapa gejala, seperti bibir dan jari membiru, bengkak pada area kaki, flu, atau bunyi mengi ketika bernapas.

Pilihan Scrub Bibir dari Bahan Alami dan Cara Menggunakannya

Metode eksfoliasi dengan scrub bibir merupakan salah satu cara untuk menjaga bibir tetap sehat dan terawat. Meski sudah banyak produk scrub bibir yang dijual di supermarket, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan alami.

Istilah scrub memang banyak dipakai untuk perawatan tubuh maupun wajah. Padahal, scrub juga dapat digunakan dalam perawatan bibir. Tujuannya untuk eksfoliasi atau mengangkat sel kulit mati dan kotoran di bibir.

Penggunaan scrub bibir juga bisa melembapkan bibir dan membuat tampilan bibir lebih merona tanpa membuatnya kering atau iritasi.

Resep Scrub Bibir dari Bahan Alami
Selain membeli scrub bibir di supermarket, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami yang mungkin saja sudah tersedia di rumahmu. Berikut ini adalah beberapa resep scrub bibir alami yang bisa kamu buat:

  1. Scrub madu

Madu merupakan bahan alami yang sering ditemukan dalam scrub bibir, scrub wajah, dan scrub badan. Madu juga dikenal sebagai humektan atau zat yang dapat menjaga kelembapan di kulit.

Untuk membuat scrub bibir dari madu, kamu hanya perlu mencampurkan 1 sendok teh madu, 1 sendok teh minyak almond, dan 2 sendok teh gula.

  1. Scrub minyak kelapa

Bila kamu tidak memiliki madu, menderita alergi madu, atau menerapkan gaya hidup vegan, minyak kelapa bisa menjadi alternatif untuk bahan scrub bibir. Manfaat utama minyak kelapa adalah melembapkan https://www.nighthawkrottweilers.com/ bibir yang kering dan meredakan iritasi.

Hanya dua bahan yang diperlukan untuk membuat scrub minyak kelapa, yaitu 1 sendok teh minyak kelapa dan 1 sendok teh gula kelapa. Aduk dan campurkan kedua bahan tersebut hingga rata.

  1. Scrub oatmeal

Oatmeal diketahui juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan bibir bila dipakai sebagai scrub bibir. Bahan makanan satu ini mampu mengangkat minyak, kotoran, maupun sel kulit mati yang menempel di bibir.

Cara membuat scrub bibir dari oatmeal, yaitu campurkan 4 sendok makan oatmeal, 2 sendok makan gula pasir, dan 2 sendok makan minyak zaitun.

  1. Scrub kopi

Di balik rasanya yang pahit, kopi menyimpan manfaat untuk kesehatan bibir. Kopi kerap dimanfaatkan sebagai scrub bibir karena kemampuannya dalam mengelupas kulit mati sekaligus melembapkan bibir.

Tidak sulit untuk membuat scrub bibir dari kopi, kamu hanya perlu mencampurkan 1 sendok makan kopi, 1 sendok makan gula pasir, dan 1 sendok makan minyak zaitun.

Kenali Bahaya Dry Ice dan Cara Aman Penggunaannya

Sebagian orang mungkin belum mengetahui bahaya dry ice. Jenis es yang kerap digunakan untuk membekukan makanan atau menjaga bahan makanan agar tetap awet ini ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama jika digunakan atau disimpan dengan cara yang tidak benar.

Dry ice merupakan gas karbon dioksida (CO2) yang dipadatkan. Jenis es yang juga dikenal dengan sebutan es kering atau biang es ini memiliki suhu yang sangat dingin, yaitu sekitar -78°C. Jika es biasa yang terbuat dari air dapat mencair di suhu ruangan, dry ice akan berubah bentuk menjadi gas.

Karena sangat dingin, dry ice sering kali dimanfaatkan untuk membekukan makanan. Tak hanya itu, dry ice juga banyak dimanfaatkan dalam seni pertunjukkan untuk memberikan efek kabut dan asap.

Meski memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan sehari-hari, dry ice juga menyimpan beberapa risiko. Apa sajakah itu?

Bahaya Dry Ice yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa bahaya dry ice yang penting untuk diketahui, terutama bagi Anda yang sering menggunakannya. Bahaya yang dimaksud meliputi:

Frostbite
Dry ice memiliki suhu yang sangat dingin. Jika terlalu lama dipegang dengan tangan kosong, dry ice dapat menyebabkan radang dingin atau frostbite. Hal ini terjadi akibat terganggunya aliran darah pada jaringan tubuh akibat suhu dingin yang ekstrem.

Frostbite dapat menyebabkan kulit terasa sangat dingin dan perih, lalu tampak kemerahan atau keunguan dan muncul lepuhan. Seiring waktu, bagian tubuh yang terkena frostbite akan menjadi kehitaman dan mati rasa. Ini artinya jaringan tubuh tersebut sudah mati akibat kekurangan aliran darah.

Ketika mengalami gejala awal frostbite, Anda perlu segera mencari suhu hangat guna melancarkan kembali aliran darah. Namun, jika sudah menimbulkan kerusakan jaringan, frostbite perlu segera ditangani oleh dokter.

Asfiksia
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dry ice dapat berubah bentuk menjadi gas karbon dioksida. Apabila seseorang terlalu banyak menghirup gas ini, terutama di dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi, ia dapat mengalami asfiksia dan kekurangan oksigen.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala sakit kepala, pusing, sesak napas, pingsan, dan kejang. Orang yang terkena asfiksia juga akan tampak lemas, pucat, serta kebiruan di bibir dan kukunya (sianosis). Jika tidak segera ditangani oleh dokter, asfiksia bisa menyebabkan komplikasi yang fatal.

Cedera akibat ledakan
Dry ice yang disimpan dalam wadah tertutup dan dalam suhu ruangan bisa membuat gas karbon dioksida terperangkap, sehingga meningkatkan tekanan udara di dalam wadah tersebut.

Hal ini bisa membuat wadah meledak dan pecah. Potongan dry ice dan wadah yang hancur dapat terpental dan melukai orang-orang di sekitarnya.

Inilah Perbedaan Sirloin dan Tenderloin

Sebagian orang mungkin belum mengetahui perbedaan sirloin dan tenderloin. Padahal, keduanya merupakan bagian dari daging sapi dan sering diolah menjadi berbagai jenis makanan. Yuk, ketahui perbedaan antara sirloin dan tenderloin.

Sirloin dan tenderloin merupakan dua jenis potongan daging sapi yang kerap digunakan sebagai olahan steak atau daging panggang.

Meski sama-sama berasal dari bagian punggung sapi, kedua jenis potongan daging sapi ini memiliki beberapa perbedaan dari segi rasa, tekstur, hingga kandungan kolesterol dan protein di dalamnya.

Beberapa Perbedaan Sirloin dan Tenderloin
Anda dapat membedakan daging sirloin dan tenderloin berdasarkan beberapa ciri-ciri berikut ini:

Perbedaan berdasarkan tekstur daging
Baik daging sirloin maupun tenderloin memiliki tekstur https://servethiswiththat.com/ daging paling lembut di antara bagian daging sapi lainnya. Namun, daging sirloin memiliki tekstur yang lebih kenyal atau alot, sedangkan tenderloin umumnya lebih empuk. Potongan daging tenderloin juga lebih tebal dibandingkan daging sirloin.

Perbedaan berdasarkan kandungan protein dan lemaknya
Sirloin dan tenderloin merupakan jenis potongan daging sapi yang memiliki lemak paling rendah di antara jenis potongan daging sapi lainnya. Namun, kandungan lemak dan protein pada kedua jenis potongan daging ini sedikit berbeda.

Di dalam 100 gram daging sirloin, terkandung sekitar 12–14 gram lemak dan 90 miligram kolesterol. Sementara itu, 100 gram tenderloin mengandung lemak sebesar 18–20 gram dan sekitar 70 miligram kolesterol.

Dari segi kandungan proteinnya, sirloin memang lebih unggul. Di dalam 100 gram daging sirloin, terdapat sekitar 29 gram protein. Sedangkan, daging tenderloin hanya mengandung 18 gram protein per 100 gramnya.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa kandungan lemak pada daging sirloin maupun tenderloin bisa berbeda, tergantung jenis sapinya. Umumnya, daging sapi impor seperti daging sapi Angus, Kobe, dan wagyu, mengandung lebih banyak lemak daripada daging sapi lokal.

Perbedaan berdasarkan durasi memasak
Tekstur daging sirloin yang lebih keras atau kenyal memerlukan waktu pengolahan daging lebih lama, yaitu sekitar 6–10 menit untuk setiap sisi daging, agar menghasilkan daging yang gurih dan empuk.

Berbeda dengan pengolahan daging sirloin, durasi memasak tenderloin sebaiknya tidak terlalu lama karena tekstur dagingnya yang lebih lembut. Jika tenderloin dimasak terlalu lama, struktur daging yang dihasilkan akan menjadi keras.

Memilih Sirloin atau Tenderloin
Daging sapi merupakan makanan yang mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh, seperti protein, vitamin B, zinc, selenium, dan zat besi.

Namun, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi daging sapi secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular hingga kanker usus besar.

Saat memilih daging sapi, baik potongan sirloin maupun tenderloin, Anda sebaiknya memilih jenis potongan daging yang sudah dibuang lemaknya. Potongan daging tersebut biasanya berlabel extra lean cut.

Berbeda dengan potongan sirloin atau tenderloin biasa, potongan daging extra lean cut mengandung lemak yang lebih sedikit, yaitu hanya sekitar 5–10 gram lemak per 100 gram daging.

Selain itu, potongan daging tersebut juga mengandung kolesterol lebih sedikit, sehingga lebih aman dikonsumsi untuk oleh orang yang memiliki kolesterol tinggi.

Agar tetap aman dikonsumsi, Anda disarankan membatasi konsumsi daging sapi sebanyak 2–3 porsi per minggu dengan jumlah maksimal 70–80 gram setiap porsinya. Jangan lupa juga untuk mengolah daging sapi sirloin atau tenderloin hingga matang.

Jika masih memiliki pertanyaan seputar manfaat dan perbedaan sirloin dan tenderloin, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Anda juga bisa bertanya kepada dokter mengenai jumlah porsi daging sapi yang aman dikonsumsi sesuai kondisi kesehatan Anda.

Cara Mengecilkan Perut Buncit di Sini

Mempunyai perut buncit tentu saja sangat mengganggu. Selain dapat menurunkan rasa percaya diri, perut buncit juga menyulitkan Anda dalam beraktivitas dan meningkatkan risiko terserang berbagai penyakit.

Di dalam tubuh manusia terdapat dua jenis lemak, yaitu lemak subkutan (berada di bawah kulit) dan lemak viseral (dalam rongga perut). Kemunculan perut buncit biasanya disebabkan oleh menumpuknya lemak viseral di dalam dan sekitar rongga perut.

Penumpukan lemak ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, sebab dapat membuat organ-organ di sekitar perut menjadi tertutup. Hal ini mengakibatkan seseorang lebih berisiko terkena penyakit jantung, kanker, diabetes, alzheimer, dan sindrom metabolik.

Cara Mengecilkan Perut Buncit
Untuk meminimalkan berbagai risiko gangguan kesehatan, berikut adalah cara mengecilkan perut buncit yang bisa Anda coba di rumah:

  1. Kurangi makanan yang mengandung lemak dan gula

Keberadaan lemak perut sering dikaitkan dengan judi bola online konsumsi lemak jenuh dan gula yang berlebihan. Lemak jenuh sendiri biasa ditemukan pada daging sapi, mentega, dan produk susu.

Untuk mencegah terbentuknya timbunan lemak di perut, sebaiknya utamakan konsumsi lemak tak jenuh yang bisa didapatkan dari ikan dan kacangan-kacangan. Batasi juga asupan kalori secara umum, karena kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dapat membuat perut buncit.

  1. Cukupi asupan serat

Salah satu cara mengecilkan perut buncit yang banyak direkomendasikan adalah mencukupi asupan serat. Sebuah studi menunjukkan, serat dapat memperlambat penyerapan makanan, sehingga Anda dapat merasa kenyang lebih lama.

Penelitian lain juga mengungkap bahwa pola makan tinggi serat dan karbohidrat kompleks yang disertai dengan pembatasan asupan lemak, efektif dalam membantu mengurangi berat badan.

Untuk mendapatkan asupan serat yang cukup, Anda bisa mengonsumsi kacang-kacangan, flaxseed, alpukat, brokoli, ubi jalar, wortel, jambu, pir, dan apel.

  1. Lakukan olahraga kardio

Selain mencukupi kebutuhan serat, Anda juga disarankan untuk rutin melakukan olahraga kardio. Jika dilakukan secara rutin, olahraga kardio dapat menjadi cara mengecilkan perut buncit pada wanita maupun pria yang sangat efektif, karena dapat membantu membakar lemak di daerah perut.

Disarankan untuk melakukannya selama 300 menit dalam seminggu. Padukan juga dengan jenis olahraga lain, seperti latihan dengan beban, guna mempercepat pembakaran lemak perut.

  1. Istirahat yang cukup

Menurut penelitian, waktu dan kualitas tidur turut berpengaruh pada meningkatnya jumlah jaringan lemak di perut. Dari penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang kurang tidur atau justru tidur terlalu lama memiliki kecenderungan untuk mengalami peningkatan lemak dan berat badan.

Maka dari itu, cukupi kebutuhan tidur selama 7 jam per hari dan usahakan untuk konsisten menjaga waktu tidur Anda. Hal tersebut tentu dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di tubuh, terutama di daerah perut yang buncit.

  1. Meredakan stres

Stres juga sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab menumpuknya lemak di perut. Saat Anda stres, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon stres (kortisol) secara berlebihan.

Pelepasan hormon ini dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat tubuh menyimpan lemak di sekitar perut. Untuk meredakan stres, Anda disarankan melakukan meditasi dan yoga secara rutin.

Perlu diingat, selain beberapa cara di atas, cara mengecilkan perut buncit yang juga efektif adalah dengan memperbaiki pola hidup, terutama dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, mengurangi konsumsi karbohidrat, dan memperbanyak konsumsi protein, menghindari rokok, serta minuman beralkohol.