Bahaya Telat Ganti Oli Mesin Ancam Mobil Yang Lebih Sering Di Garasi Juga

Bahaya Telat Ganti Oli Mesin Ancam Mobil Yang Lebih Sering Di Garasi Juga
Bahaya Telat Ganti Oli Mesin Ancam Mobil Yang Lebih Sering Di Garasi Juga

Ganti oli mesin menjadi langkah mudah dan vital dalam hal perawatan mobil, tapi patut diakui masih banyak yang sering telat melakukannya.

Padahal, setiap pabrikan telah memberikan rekomendasi waktu penggantian oli yang tepat.

Hal ini tidak lain agar para pemilik mobil terhindar dari kerusakan yang sangat fatal kemudian hari.

Ya, meskipun mobil Carmudian jarang digunakan atau hanya keluar garasi pada akhir pekan, penggantian oli mesin tetap harus dilakukan pada interval waktu yang disarankan.

Biasanya, penggantian oli hendaknya dilakukan tiap 6 bulan sekali atau ketika mobil sudah menyentuh jarak tempuh 10 ribu km.

Adapun beberapa hal yang akan terjadi saat telat ganti oli mesin maka gerungan dapur pacu akan terdengar kasar.

Ini terjadi karena oli yang semakin hitam dan kental akan menurun kinerjanya sebagai pelumas komponen mesin.

Selain timbul bunyi kasar, mesin mobil pun akan sulit untuk dihidupkan terutama pada pagi hari.

Bagi mobil yang lebih sering ‘nganggur’ di garasi, ganti oli tetap tidak boleh telat.

Oli mesin pada mobil yang lama tidak digunakan akan menimbulkan penumpukan kontaminan di bak oli.

Penumpukan tersebut dikhawatirkan akan terjadi sludge atau berlumpur karena penggumpalan.

Adanya kontaminan dalam oli pun bakal berdampak pada komponen mesin seperti piston dan blok silinder.

Nah, apa kemungkinan terburuknya kalau komponen itu rusak?

Ya, turun mesin.

Ingat, penggatian komponen atau sampai turun mesin itu butuh biaya yang tidak sedikit.

“Itu sebabnya pabrikan mobil memberikan rekomendasi untuk mengganti oli tiap 6 bulan sekali atau ketika mobil sudah menempuh jarak 10 ribu km,” jelas Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants seperti dikutip dari siaran pers yang Carmudi terima, Rabu (16/11/2022).

“Bahkan saat mobil tidak dipakai dalam waktu lama, oli mesin juga harus diganti untuk menghindari risiko mesin rusak karena oli terkontaminasi,” imbuhnya.

Ketika mesin mobil tidak dinyalakan, artinya oli pun tidak bersikulasi di sana.

Oleh karenanya, meskipun mobil jarang digunakan, hendaknya tetap rutin dipanaskan setidaknya 3 hari sekali selama 10—15 menit dan putaran mesin dijaga pada 1.500 rpm atau lebih.

Memanaskan mesin mobil juga dimaksudkan agar daya aki tetap terjaga karena terisi kembali.

“Jangan terlalu sering menunda ganti oli jika sudah waktunya, agar performa mobil tetap terjaga karena pelumas akan terus melindungi komponen mesin,” tutur Brahma.

Dirinya juga menyampaikan untuk selalu memilih pelumas yang sesuai spesifikasi dari pabrikan.

“Pilih oli yang jenis viskositas-nya sesuai, jika pabrikan mobil menganjurkan pelumas 0W-20 maka sebaiknya saat melakukan penggantian juga menggunakan pelumas yang viskositasnya sama,” ungkapnya.

PT Pertamina Lubricants (PTPL) menyediakan pelumas berkualitas dalam beberapa varian pelumas sintetis yang mana akan sesuai dengan mobil modern hingga oli mineral untuk mobil berusia lebih dari 5 tahun.

“Produk pelumas Pertamina dilengkapi dengan formulasi Nano Guard Technology, yaitu teknologi pelumas sintetis untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas yang terbukti efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit,” pungkas Brahma.