Demokrat Sebut ‘Bapaknya’ Anies yang Gebrak Meja di Rapat Cawapres

Demokrat Sebut ‘Bapaknya’ Anies yang Gebrak Meja di Rapat Cawapres.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjelaskan sosok yang menggebrak meja saat pertemuan Tim 8 membahas cawapres pendamping Anies Baswedan sebagian waktu lalu.
“Yang saya tahu, adegan mukul meja itu adalah ‘bapak’-nya ia. Partai pengusungnya ia,” sebut Herzaky dalam podcast What The Fact Politics, Jumat (8/9).

Herzaky menjelaskan bahwa orang yang menggebrak meja saat rapat membahas cawapres bukan perwakilan dari Demokrat. Dia menyanggah anggapan yang beredar semacam itu.

Herzaky mengatakan sejauh ini memang ada anggapan bahwa perwakilan Demokrat yang rtp slot gacor hari ini menggebrak meja. Pendapat itu muncul berakhir Anies Baswedan bercerita di acara Mata Najwa.

Menurutnya, anggapan demikian muncul sebab Anies bercerita dengan impresi seolah-olah perwakilan Demokrat yang gebrak meja sebab berang.

“‘Bapak’-nya ia. Tapi seakan-akan di buat impresi kita. Malah ada yang nanya-nanya, ngetag-ngetag saya di IG atau di Facebook, di bilang ‘Ini mas AHY?’, ‘Mas Zaky, gimana mas AHY? Pakai gebrak meja?’. Kan keterlaluan,” tegas ia lebih lanjut.

Herzaky juga membongkar bahwa pertemuan Tim 8 yang di singgung Anies tidak mengalami kebuntuan. Pasalnya, mereka rapat kembali esok hari atau 30 Agustus.

“Sebab saya tanggal 30 Agustus, hari Rabunya, masih rapat sampai hampir tengah malam bahas bagaimana metode meningkatkan elektabilitas si ‘mantan’ ini. Sebab kita benar-benar pingin ia menang,” tegas ia.
Dimintai tanggapannya atas pernyataan Herzaky ini, Sekjen NasDem Hermawi Taslim enggan berkata banyak. Menurutnya dilema ini telah selesai.

“Telah selesai, kan pak AHY telah mengatakan mereka akan move on dan menyatakan selamat kepada Anies dan Cak Imin. Sudahlah ndak usah di perpanjang,” kata Hermawi dalam pesan singkat, Sabtu (9/9).

Sementara Wakil Ketua Lazim NasDem Ahmad Ali mengatakan tidak perlu ada yang di jelaskan lagi perihal tersebut. Apalagi Anies telah memaparkannya di acara Mata Najwa.

“Tim yang pernah terjadi dalam cara kerja Tim Delapan, telah lah tidak perlu setelah Mas Anies bicara di podcast Najwa, itu adalah kebenaran, itu adalah fakta yang terungkap, sehingga tidak ada lagi penjelasan yang bisa kami berikan,” kata Ahmad Ali lewat sambungan telepon, Sabtu (9/9).

Sementara itu juru bicara sekalian perwakilan Anies di Tim Delapan Sudirman Said belum menanggapi saat di pinta tanggapannya.

Sebelumnya Anies bercerita bahwa ada peristiwa gebrak meja saat pertemuan dengan Tim 8 berlangsung pada 29 Agustus. Tim itu berisikan kader NasDem, Demokrat, PKS dan orang terdekat Anies.

Anies membongkar insiden tersebut bermula saat utusan Demokrat dan NasDem silang anggapan. Demokrat mendesak Anies seketika mendeklarasikan AHY sebagai bakal cawapres, melainkan NasDem menolak.

Tim mengklaim pertemuan Tim 8 bahkan buntu atau deadlock. debat panas itu, Anies menyebut pertemuan sempat di warnai dengan peristiwa gebrak meja sebab ada kalimat yang kurang ideal.

“Utusan Demokrat dan utusan NasDem terjadi perbedaan pandangan yang amat keras, bahkan sampai gebrak meja di situ. Apa perbedaannya? Demokrat menginginkan diatur seketika, NasDem menginginkan di atur nanti sambil menunggu siapa tahu ada alternatif lain,” kata Anies dalam tayangan Mata Najwa, Senin (4/9) malam.

Anies tidak menyebut siapa pihak yang naik pitam sampai menggebrak meja pada pertemuan tersebut. Walau tidak di ceritakan secara gamblang, cerita Anies membuat publik menyangka hal itu di kerjakan oleh perwakilan Demokrat.