Inilah Cara Mengobati Kuku Cantengan

Kuku cantengan biasanya menimbulkan rasa sakit sehingga diperlukan pengobatan yang tepat. Cara mengobati kuku cantengan bisa dilakukan dengan perawatan rumahan untuk meredakan gejala yang muncul, maupun dengan operasi pencabutan kuku yang dilakukan oleh dokter jika kondisi kuku cantengan tergolong parah.

Kuku cantengan terjadi ketika ujung kuku atau sisi kuku tumbuh ke dalam kulit jari-jari kaki. Kondisi ini umumnya disertai dengan beberapa gejala, seperti nyeri, bengkak, dan penumpukan cairan di kulit yang berdekatan dengan kuku kaki. Gejala-gejala tersebut bisa memburuk jika kuku cantengan tidak diobati.

Jika perawatan di rumah tidak menunjukkan perbaikan atau justru menimbulkan infeksi pada kuku cantengan, disarankan untuk pergi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai. Infeksi pada kuku cantengan dapat ditandai dengan terbentuknya nanah dan kulit terasa hangat serta memerah.

Berikut ini adalah cara mengobati kuku cantengan oleh dokter:

Operasi pencabutan sebagian kuku
Dokter biasanya akan melakukan operasi pencabutan sebagian kuku jika kondisi kuku cantengan mengalami infeksi. Sebelum dilakukan pencabutan sebagian kuku yang tumbuh ke dalam kulit, dokter akan memberikan suntik anestesi lokal agar pasien tidak merasakan sakit saat operasi dilakukan.

Prosedur ini diketahui efektif dalam mencegah kuku cantengan kembali lagi di kemudian hari. Kuku akan tumbuh kembali dalam waktu 2–4 bulan setelah operasi.

Operasi pencabutan seluruh kuku dan jaringannya
Jika kuku cantengan terjadi berulang kali pada jari kaki yang sama, dokter akan melakukan operasi pencabutan seluruh kuku dan jaringan di bawahnya. Selain itu, prosedur ini juga dilakukan jika penyebab kuku cantengan adalah penebalan kuku.

Setelah operasi pencabutan seluruh kuku dan jaringannya dilakukan, dibutuhkan waktu lebih dari setahun untuk kuku tumbuh kembali.

Jika jari kaki bengkak atau terasa nyeri setelah operasi, dianjurkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri dan menggunakan kompres air dingin selama beberapa menit. Selain itu, posisikan jari kaki lebih tinggi dari tubuh selama 12–24 jam dan hindari aktivitas yang dapat memicu cedera pada jari kaki.