Karomah Luar Biasa KH Hasyim Asyari sang Pendiri NU

Karomah Luar Biasa KH Hasyim Asyari sang Pendiri NU

Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari merupakan salah satu ulama paling terkemuka yang dulu di miliki Indonesia. Pada 1926, KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahlatul Ulama (NU).

Sepanjang perjalanan organisasi, NU udah bersumbangsih sejak era pra-kemerdekaan, kemerdekaan, dan berjasa mengembangkan pendidikan untuk anak-anak negeri. Peran NU juga sangat vital di dalam bidang lain, sosial kemasyarakatan.

KH Hasyim di kenal sangat alim. Selain itu, ada sejumlah karomah KH Hasyim Asy’ari yang banyak di kisahkan oleh para kiai dan santri.

Karomah Kiai Hasyim ini menjadi salah satu artikel yang paling menyedot perhatian pembaca kanal Islami Liputan6.com, Minggu (23/7/2023)..

Sementara, dua artikel lainnya yaitu tentang Rabi’ah al-Adawiyah dan artikel tentang puasa Muharram (puasa Asyura) bukanlah mencontoh kaum Yahudi.

1. Karomah Spektakuler KH Hasyim Asy’ari, Nahdliyin Wajib Tahu!

KH Hasyim Asyari adalah seorang ulama besar dan salah satu tokoh sentral di dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia serta pendiri dan pemimpin pertama Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di dunia.

Lahir terhadap th. 1871 di Desa Gedang, Jombang, Jawa Timur, KH Hasyim Asy’ari berasal berasal dari keluarga ulama yang terkenal. Dia belajar agama Islam berasal dari ayahnya dan meneruskan pendidikannya di beragam pesantren tenar di Jawa Timur.

Pada th. 1926, KH Hasyim Asyari menjadi kunci di dalam pendirian server thailand slot Nahdlatul Ulama. Organisasi ini memiliki tujuan untuk melawan memahami modernisasi Islam yang di anggapnya bertentangan bersama dengan ajaran agama dan budaya Jawa.

NU tumbuh menjadi kapabilitas besar di dalam masyarakat Indonesia (nahdliyin), lebih-lebih di kalangan pesantren (pondok pesantren) yang merupakan pusat pendidikan tradisional agama Islam.

Setelah Indonesia merdeka terhadap th. 1945, KH Hasyim Asy’ari tetap berperan sebagai seorang ulama dan tokoh spiritual yang di hormati, hingga meninggal di th. 1947.

Sebagai tokoh dan ulama besar, juga sebab kesalehan serta kedekatannya bersama dengan Allah SWT, maka tak mengherankan kalau KH Hasyim Asyari punya sejumlah karomah.

2. Mengenal Tokoh Sufi Rabi’ah al-Adawiyah dan Karomahnya Taklukkan Binatang Buas

Rabi’ah al-Adawiyah (Rabi’a al-Basri) adalah seorang tokoh sufi dan mistikus Muslim yang sangat tenar di dalam sejarah Islam. Dia lahir lebih kurang th. 717 Masehi di Basra, yang terletak di lokasi yang saat ini menjadi Irak.

Rabi’ah di Kenal sebab kesalehannya, kebijaksanaannya, dan kedalaman spiritualitasnya. Rabi’ah al-Adawiyah hidup terhadap zaman puncak perkembangan sufisme, sebuah aliran di dalam Islam yang menekankan terhadap pencarian cinta dan kecintaan kepada Allah, serta pertalian pribadi yang erat dengan-Nya. Dia merupakan salah satu tokoh awal yang berkontribusi terhadap pengembangan dan penyebaran ajaran sufisme.

Kisah hidup Rabi’ah penuh bersama dengan cerita-cerita inspiratif tentang kesederhanaan, ketulusan, dan cintanya kepada Allah. Dia di kenal meninggalkan dunia duniawi dan hidup di dalam kesendirian, mengabdikan dirinya semuanya terhadap ibadah dan meditasi spiritual.

Salah satu faktor yang paling tenar berasal dari ajaran Rabi’ah adalah pandangannya tentang cinta ketuhanan. Dia lihat cinta kepada Allah sebagai obyek tertinggi dan membuktikan bahwa dia mencintai-Nya karena-Nya sendiri, tanpa mengharapkan imbalan atau surga-Nya. Pendekatan ini mengekspresikan tingkat ketulusan dan dedikasi di dalam mencari kehadiran Allah.

3. Puasa 10 Muharram Mengikuti Orang Yahudi, Benarkah? Simak Penjelasannya

Rasulullah SAW bersabda, puasa yang paling utama sesudah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Puasa Muharram boleh di lakukan hanya sehari, dua hari, tiga hari, atau bahkan sebulan penuh.

Puasa yang di utamakan terhadap Muharram adalah puasa ‘Asyura yang bertepatan terhadap 10 Muharram. Dalam hadis riwayat Muslim di sebutkan bahwa keutamaan puasa 10 Muharram adalah sanggup meleburkan dosa setahun yang lalu.

Ternyata, puasa 10 Muharram juga di lakukan oleh orang-orang Yahudi. Lantas, benarkah puasa 10 Muharram orang Islam ikuti kaum Yahudi?

Ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma’arif dengan sebutan lain Buya Yahya menuturkan, Rasulullah SAW memahami orang Yahudi menggerakkan puasa 10 Muharram saat di Madinah.

“Ceritanya nabi masuk kota Madinah. Sampai di kota Madinah, Nabi SAW lihat orang orang Yahudi terhadap berpuasa. Lalu nabi bertanya, kenapa kalian semuanya berpuasa?” tutur Buya Yahya di kutip berasal dari YouTube Al Bahjah TV, Sabtu (22/7/2023).

Orang Yahudi itu menjawab bahwa ia berpuasa terhadap 10 Muharram sebab ungkapan syukur kepada Allah yang udah menyelamatkan Nabi Musa.