Pemerintah Percaya Diri dengan Hasil Uji Jalan Bahan Bakar Campuran B40

Setelah rombongan pengujian bahan bakar campuran solar 40 persen atau B40 dilepas pada 27 Juli 2022 lalu oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, kini pemerintah membeberkan perihal hasil yang mereka dapatkan tersebut.

Dalam pengujian tersebut, pemerintah membaginya menjadi dua kategori kendaraan dengan jarak tempuh yang disesuaikan.

Pertama adalah untuk kendaraan dengan berat kurang dari 3,5 ton dan menempuh jarak 50.000 kilometer. Sedangkan kendaraan kedua yakni dengan bobot lebih dari 40 ton yang menempuh jarak 40.000 kilometer.

Dikutip dari laman Kementerian ESDM, dalam merilis hasil uji jalan B40 tersebut tidak ditemukan adanya kerusakan pada komponen mesin diesel. Hal ini tentunya membuat pemerintah percaya diri, lantaran sepanjang pengujian dan pengecekan komponen mobil tidak ada sesuatau yang mengkhawatirkan.

“Tidak ditemukan keausan komponen mesin yang teridentifikasi pada kendaraan uji P1 yang menggunakan bahan bakar B40 dan B30D10 setelah uji jalan sampai dengan 50.000 kilometer. Hasil pengukuran komponen mesin seperti ring gap, side ring clearence dan cylender bore liner secara keseluruhan memenuhi spesifikasi limit batasan maksimum sesuai dengan buku manual mesin pabikan,” jelas Cahyo Setyo Wibowo Ketua Tim Peneliti Uji Jalan B40 dari LEMIGAS.

Tidak hanya dari performa mesin, tetapi tim penguji juga membeberkan hasil yang mereka dapatkan dengan melihat scratch pada bagian mesin juga tidak mengalami sesuatu yang dianggap mengkhawatirkan. Mereka menilai goresan tersebut masih terbilang normal lantaran hal tersebut terjadi karena proses pembakaran.

Sebagaimana diketahui, formulasi bahan bakar yang digunakan dalam Road Test B40 adalah B30D10 dengan formula campuran 30% Biodiesel + 10% Diesel Nabati/Diesel Biohidrokarbon/HVO (D100) + 60% Solar (B0) dan B40 dengan formula campuran 40% Biodiesel + 60% Solar (B0).

Kendaraan uji menggunakan 3 merek kendaraan bermesin diesel <3,5 ton masing-masing 2 unit, serta 3 merek kendaraan bermesin diesel >3,5 ton masing-masing 2 unit dengan jarak tempuh uji jalan sejauh 50.000 km untuk kendaraan uji < 3,5 ton dan 40.000 km untuk kendaraan uji > 3,5 ton.