Partai Nasdem Sebut Elektabilitas Anies Baswedan Stabil

Partai Nasdem menyebutkan bahwa elektabilitas Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) telah stabil. Nasdem diketahui telah mengusung Anies sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024.

Politikus Nasdem Saan Mustopa mulanya menyampaikan sejumlah survei elektabilitas telah dilakukan pada Desember 2022 dan Januari 2023. Dari survei yang ada, dia menyebutkan terjadi fluktuasi yang menurutnya lumrah terjadi.

Namun demikian, Saan menyebutkan kalau survei-survei elektabilitas yang dilakukan selalu merujuk ke tiga tokoh nasional di peringkat teratas yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.

“Tapi dari semua itu, tren yang naik signifikan kalau saya lihat itu kan tren kenaikan itu Pak Anies kan relatif lebih stabil ya grafiknya untuk naik,” kata Saan dalam acara Obrolan Malam Fristian,.

Selain itu, Saan juga mengungkit soal ceruk pemilih Anies dan Prabowo yang serupa. Dia menyebutkan bahwa dari survei yang ada, banyak pemilih Anies yang berasal dari suara Prabowo di pemilihan sebelumnya.

“Itu survei, kita kan belum tahu, nanti survei itu kan diambil pada saat itu. Belum cerminan pemilu, nanti kan kita lihat secara berkala. Makanya kita lihatnya tren atau kecenderungan,” ungkap Saan.

Sementara sebelumnya, LSI merilis hasil simulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Pada simulasi tiga nama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempati posisi teratas unggul dengan 36,3%.

Ganjar Pranowo unggul dari kedua nama lain yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang presentasenya saling kejar.

“Prabowo dan Anies pada Januari 2023 ini berada pada posisi yang saling kejar atau posisi yang sama kompetitif,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan melalui kanal YouTube LSI di Jakarta.

Pada simulasi 3 nama, di urutan kedua ditempati Anies yang mendapat dukungan sebesar 24,2%, sementara Prabowo memperoleh 23,2%.

Pada simulasi 10 nama, lagi-lagi Ganjar Pranowo unggul cukup jauh dari kandidat lainnya, dengan perolehan dukungan 29,2%.

Dalam simulasi ini, Prabowo menempati posisi kedua dengan dukungan suara sebesar 19,4%, Anies mendapat 16,5%, Ridwan Kamil meraih 8,7%, Sandiaga memperoleh 3,4%, AHY mendapat 1,9%, dan Erick Thohir meraih 1,6%.

Politisi Muda PKB Sebut Anies Baswedan Kena Sindrom Thanos

Juru Bicara Muda Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dira Martamin membantah pernyataan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menuding pemerintahan kerap mematikan kritik. Bahkan Dira menyindir keras Anies Baswedan sebagai orang yang terkena sindrom Thanos.

Sindrom ini menggambarkan kepribadian seseorang yang selalu merasa dirinya paling hebat dan paling benar. Nama Thanos diambil dari karakter penjahat Marvel Comics yang ingin melenyapkan separuh populasi alam semesta.

“Pernyataan Anies menunjukan bahwa dia tengah terjangkit sindrom Thanos. Merasa apa yang dilakukan paling hebat dan paling benar. Sehingga menuding pemerintahan antikritik,” ujar Dira di Jakarta.

Menurut Dira, pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat terbuka dengan kritik. Bahkan, pada awal tahun 2021, kata dia, tepatnya bulan Februari, Jokowi meminta masyarakat aktif mengkritik pemerintah.

“Pemerintah sangat terbuka dengan kritik. Justru pernyataan Anies yang mengklaim sering mendapatkan kritik yang akhirnya kritik tersebut harus dijawab satu per satu saat menjabat Gubernur DKI Jakarta menunjukan bahwa ia merasa paling hebat. Padahal, apa yang dilakukan Anies sudah lebih dulu dilakukan pemerintah. Anies terlalu banyak mengklaim,” jelas dia.

Dira berkata, awal November 2021 saat mantan wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi pernah menanyakan kenapa oposisi saat ini lemah.

“Itu menunjukkan bahwa pemerintah ingin dikritik. Pemerintah ingin memiliki lawan tanding yang seimbang. Ingin oposisi kuat, ingin mendapatkan masukan dari oposisi,” ucapnya.

Dira menegaskan, pemerintah paham betul bahwa kritik itu sesungguhnya edukasi publik. Tentu selama kritik tersebut faktual, selama tidak menyebarkan kebohongan dan kebencian.

“Buktinya, masyarakat masih bisa memberikan kritik secara terbuka, dan Pak Jokowi sendiri terbuka untuk itu. Secara umum pemerintah masih memberi ruang yang luas untuk kritik,” pungkas Dira.

Anies Dihadiahi Sorban Putih dan Kitab Peninggalan Mbah Moen

Anies Baswedan mendapat sejumlah hadiah dari KH Ahmad Wafi Maimun (45) atau Gus Wafi, putra almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, dalam silaturahmi di Pondok Pesantren Ribath Nurul Anwar Sragen Jawa Tengah Senin (14/11/2022) petang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga diberi sorban putih yang menurut Gus Wafi sebagai simbol kewibawaan.
(Baca juga: Perkuat Chemistry, Anies Bertemu Punggawa Koalisi Perubahan di Bali)

“Sorban ini sebagai simbol kewibawaan. Semoga bapak Anies (Anies Baswedan) mempunyai wibawa dan membawa harkat umat Islam dan Indonesia menjadi negara yang berkekuatan,” ujar Gus Wafi di depan jamaah masjid Ribath Nurul Anwar.

Anies Baswedan datang dari Solo, Jawa Tengah. Ia mengenakan kemeja batik, dipadu celana gelap dan kopiah hitam.

Saat turun dari kendaraan, Anies langsung disambut yel-yel “Anies Baswedan Presiden” dan disusul takbir. Gus Wafi juga menyambut dengan ucapan “selamat datang presiden”. Oleh putra Mbah Moen, Anies langsung diajak menuju gazebo di mana hidangan telah disiapkan. Terlihat KH Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin, kakak kandung KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.

Kemudian KH Ahmad Ainul Yaqin atau Gus Mad Tuban, KH Ahmad Rubai, KH Ahmad Faqih Ngawi, dan KH Ahmad Nasukha Boyolali. Usai bersantap, Anies berganti sarung dan langsung menuju masjid ponpes untuk menunaikan salat maghrib berjamaah. Selain sorban, di masjid Gus Wafi juga menghadiahi Anies seuntai tasbih.

Gus Wafi merupakan mursyid Thoriqoh Syadziliyah. Hadiah tasbih dimaksudkan agar Anies Baswedan semakin rajin berdizkir. “Dengan membawa tasbih, bapak Anies (Anies Baswedan) selalu berdizkir kepada Allah, dan Insya Allah, Allah akan menjaga beliau,” ungkap Gus Wafi menjelaskan.

Anies yang merupakan Capres 2024 Partai Nasdem itu juga mendapat hadiah parfum dari Mekkah. Harapannya Anies Baswedan selalu memberi wewangian kepada masyarakat Indonesia. “Umat Islam dan Indonesia menjadi harum di dunia dan akhirat,” terangnya.

Hadiah yang keempat untuk Anies Baswedan adalah kitab. Gus Wafi menghadiahi kitab karangan Mbah Moen, kitab burdah, dan kitab Sirah Nabawiyah karangan Gus Wafi sendiri. Khusus kitab karangannya sendiri, Gus Wafi meminta Anies untuk menuliskan kata pengantar.

“Kitab dari ayah saya, karangan Mbah Maimun Zubair dan sedikit karangan dari saya. Juga kitab burdah. Insyallah tiap hari dibaca (kitab burdah), semoga dengan bacaan burdah bapak Anies diberi safaat,” papar Gus Wafi.

Dalam silaturahmi itu Gus Wafi juga menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Ia berharap umat Islam, khususnya yang berada di PPP untuk mendukung sekaligus memenangkan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.

Baginya, Anies Baswedan bisa mewakili kepentingan umat Islam. Kemudian Anies terbukti sukses memimpin DKI Jakarta. “InsyaAllah Indonesia akan aman jika Pak Anies presidennya,” pungkas Gus Wafi.

Menanggapi pemberian hadiah itu, Anies Baswedan langsung menyatakan sangat berterima kasih. Ia berjanji akan selalu membawa tasbih hadiah dari Gus Wafi. “Tasbih akan saya bawa,” ujarnya.

Terkait silaturahminya ke Gus Wafi, Anies Baswedan mengatakan sudah lama mengungkapkan niat itu, namun baru terlaksana Senin (14/11) ini. “Niat yang sudah lama diungkapkan, hari ini tertunaikan. Bisa sampai silaturahmi ke Gus Wafi,” ujar Anies Baswedan.

Anies juga mengatakan, secara jarak, dirinya yang berada di Jakarta dan Gus Wafi di Sragen, lumayan jauh. Namun secara hati, ia dengan putra Mbah Maimoen itu dekat. Kedekatan itu karena sudah sebentuk sebidang sekaligus memiliki ikhtiar yang sama.“Dan saya tidak mengira sambutannya, masyallah luar biasa,” tutup Anies.