Ban Mobil Suka Kempes Sendiri, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mobil tidak digunakan tapi tiba-tiba bannya kempes sendiri. Kenapa ya? Ini merupakan pertanyaan yang wajar dan memang sebaiknya pemilik mobil mengetahui penyebab ban mobil bisa kempes dengan sendirinya.

Menurut Auto2000, ada beberapa penyebab ban mobil bisa kempes sendiri ketika mobil lama tak digunakan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka pemilik mobil juga bisa melakukan pencegahan. Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan ban mobil kempes dengan sendirinya.

Suhu lebih dingin
Hukum fisika menyatakan bahwa di dalam ruang tertutup dan volume dijaga tetap, maka tekanan gas sebanding dengan suhu gas. Di dalam ban mobil, ketika suhu dingin maka akan menyebabkan tekanan udara ban ikut turun dan kempis. Suhu dingin juga bisa membuat material karet mengalami pengerutan dimana terbentuk ruang kosong antara ban dengan pelek yang menyebabkan udara di dalam ban keluar dengan sendirinya.

Pentil ban rusak
Pentil ban memiliki fungsi sebagai penghubung antara alat pengisi udara dengan ban. Masalahnya, jarum pentil bisa mengalami kerusakan yang membuat udara dapat melewatinya. Pentil juga menempel pada pelek mobil sehingga karet pentil yang bersinggungan dengan pelek bisa robek dan membuat ban bocor. Apalagi jika ternyata lubang pelek sebagai dudukan pentil juga bermasalah seperti membentuk sudut tajam atau rusak karena berkarat.

Pori-pori pada ban
Bahan dasar utama ban mobil adalah karet alami yang memiliki pori-pori sangat halus dan tidak kelihatan oleh mata. Udara di area bertekanan tinggi akan selalu mengalir ke area yang tekanannya lebih rendah sehingga membuat udara di dalam ban dapat keluar lewat pori-pori ban yang sangat kecil tersebut. Apalagi jika mobil berdiam di satu posisi dalam jangka waktu lama, seperti saat parkir di rumah di masa PPKM.

Pelek rusak
Agar ban tidak robek dari rim pelek pada saat bekerja, bagian samping ban dikelilingi kawat baja yang disebut bead dan tertahan pada pelek saat diisi udara. Pelek mobil yang rusak pada dudukan ban tersebut membuat ban tidak mampu menempel rapat dengan pelek sehingga udara keluar. Penyebab pelek rusak antara lain karena mobil sering menghantam lubang di jalan dengan kecepatan tinggi. Sebab lainnya adalah pelek berkarat dan menimbulkan lubang, terutama pada pelek besi atau non alloy.

Bocor halus
Ada kemungkinan ban mobil bocor halus sehingga udara keluar meskipun sangat lambat. Seperti pada ban tubeless yang terlihat tidak bocor namun ternyata mengeluarkan angin karena ada benda asing menusuk telapak ban. Atau lepasnya tambalan pada ban dalam mobil pada ban non-tubeless sehingga membuat udara bisa menyelinap keluar.

Lalu bagaimana cara mencegah ban mobil kempes sendiri? Cara paling yakni dengan melakukan pengecekan rutin. Pemilik mobil disarankan mengecek tekanan angin ban setidaknya seminggu sekali. Tidak ada salahnya menyimpan alat pengukur tekanan udara ban sekaligus kompresor portabel untuk mengisinya dan memastikan tekanan udara ban sesuai rekomendasi pabrikan. Di waktu bersamaan, sempatkan pula untuk mengecek kondisi fisik ban, pentil, dan pelek dari potensi kebocoran atau masalah lainnya.

Ban Mobil Cepat Botak, Ada yang Jadi Kebiasaan Kamu?

Salah satu komponen penting pada mobil ada pada bagian ban. Komponen ini memegang peran vital lantaran bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Jika pemilik mobil terlalu abai pada perawatan komponen yang satu ini, bukan tidak mungkin ban mobil bisa lebih cepat botak dari usia pemakaian normal.

Ban mobil memiliki usia pakai. Jika digunakan terus menerus, ban akan botak pada waktunya. Pada kondisi ini, performa ban sudah tidak optimal dan harus segera diganti dengan yang baru. Jika kamu memaksakan mengendarai ban yang sudah botak, hal ini justru sangat berbahaya.

Namun perlu diingat, ada sejumlah faktor yang menyebabkan ban mobil bisa lebih cepat botak dari usia normalnya. Seperti dilansir laman Nissan, berikut beberapa hal yang mempercepat botaknya ban mobil.

Tekanan angin
Tekanan angin yang tidak sesuai bisa menyebabkan ban cepat botak. Performa ban mobil tentunya dipengaruhi oleh tekanan angin di dalamnya, itu sebabnya setiap mobil sudah memiliki ketentuan tekanan angin masing-masing.

Nah, ketentuan soal tekanan angin perlu diperhatikan setiap kali kamu melakukan perjalanan, apalagi menempuh rute hingga ke luar kota. Soalnya, kelebihan atau kekurangan tekanan angin bisa membahayakan kamu saat berkendara.

Performa mekanisme mobil
Penyebab lain ban mobil cepat botak adalah rotasi ban yang salah. Banyak pengemudi yang kurang memahami mengenai rotasi ban, padahal ini cukup penting dilakukan untuk menghindari kebotakan pada ban di satu sisi saja.

Penyebab ban mobil botak di satu sisi sering terjadi karena pengemudi kerap kali membuang setir ke satu arah yang sama terus-menerus. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa melakukan spooring agar ban memiliki kualitas yang baik.

Kesalahan penggunaan ban
Saat ingin membeli ban baru, usahakan kamu menggunakan komposisi ban yang sesuai dengan mobil. Jangan sampai asal pilih dan tidak tahu apakah ban yang akand ibeli sesuai atau tidak.

Usahakan juga membeli ban yang punya kualitas bagus dari produsen ternama. Harga murah memang kerap kali menggiurkan, namun jangan sampai ban mobil yang dibeli memiliki kualitas rendah. Alhasil, ban jadi cepat botak dan tidak awet saat digunakan.

Perhatikan juga kode-kode huruf pada ban, kode tersebut memiliki makna penting. Adanya kode pada masing-masing ban bertujuan untuk menunjukan kecepatan maksimal yang bisa kamu capai saat berkendara di jalan raya.

Cara mengemudi
Mengendarai mobil dengan kencang secara tiba-tiba lalu mengerem mendadak adalah salah satu teknik mengemudi yang perlu kamu hindari.

Selain itu, usahakan menghindari jalanan yang rusak, bergelombang, dan berlubang. Jika terpaksa melewati jalan tersebut, melaju lah secara perlahan dan jangan sampai ban terbentur keras dengan lubang.

Tekanan Ban Mobil, Beberapa Hal yang Wajib Diketahui

Tidak sedikit pengemudi yang masih abai dengan tidak terlalu teliti dalam mengecek tekanan pada ban mobil. Padahal, ini penting untuk dilakukan bagi setiap pemilik kendaraan beroda empat.

Mungkin masih banyak yang bingung bagaimana mengetahui berapa tekanan angin ban pada mobil yang ideal untuk pemakaian harian. Memperhatikan tekanan angin sangatlah penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara.

Untuk itu, simak lebih jauh mengenai penjelasan beteapa pentingnya memastikan tekanan ban mobil berada di ukuran yang semestinya.

Untuk memahami standarisasi ukuran tekanan angin ban mobil, Kamu perlu memahami beberapa hal penting seperti berikut ini:

  1. Alasan Tekanan Ban Penting Diperhatikan

Berkendara dengan tekanan ban tidak tepat dapat memengaruhi pengendalian mobil, terutama pada pengereman mobil saat mobil dalam kondisi jalan basah. Sehingga periksalah keausan dan kerusakan ban untuk menghindari masalah secara tiba-tiba.

Meskipun, mungkin kamu tidak merasa tidak ada masalah dengan ban mobilmu mintalah bantuan profesional untuk memeriksa ban setiap tahun.

Tekanan angin ban mobil tak boleh kurang atau lebih. Tekanan angin ban mobil yang kurang dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Selain itu, kerusakan juga akan terjadi pada velg mobil.

Sedangkan, kelebihan ban yang berlebih juga berbahaya karena bantingan mobil akan terasa lebih keras dan setir lebih bergetar. Sehingga sangat mengurangi kenyamanan berkendara.

  1. Cara Mengetahui Tekanan Angin pada Ban Mobil

Tekanan ban mobil umumnya tergantung dari jenis mobil yang digunakan dan ukuran velg-nya.

Untuk mobil SUV atau MPV dengan ukuran velg standar, tekanan ban yang digunakan adalah 30-35 pounds per square inch (psi).

Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar, seperti velg ukuran R17 dengan profil ban 40 atau 45, tekanan angin yang digunakan adalah 35-40 psi.

Selain itu, kamu juga bisa menemukan informasi mengenai rekomendasi tekanan angin ban mobil yang tepat di buku manual dan di stiker yang ditempel di pintu pengemudi atau penumpang depan atau di pilar pintu bagian dalam.

  1. Mengapa Tekanan Angin Ban Mobil Turun?

Tekanan angin ban mobil yang turun disebabkan oleh adanya kontraksi antara udara panas dengan udara dingin di ban mobil itu sendiri. Terlebih, ban memiliki pori-pori yang sangat kecil.

Penurunan tekanan angin memang tidak banyak, sekitar 1 psi dalam satu bulan. Gunakan nitrogen agar sedikit lebih tahan dibandingkan dengan angin biasa.

Selain itu, penggunaan pentil juga harus diperhatikan. Kerusakan pada pentil juga bisa menjadi penyebab berkurangnya tekanan angin.

Hal ini, biasanya disebabkan oleh adanya celah yang cukup longgar untuk angin keluar. Untuk itu, segeralah ganti pentil ban mobil jika terlihat sudah tidak optimal penggunaannya.

Tekanan Ban Mobil: beberapa Hal yang Wajib Diketahui

Tidak sedikit pengemudi yang masih abai dengan tidak terlalu teliti dalam mengecek tekanan pada ban mobil. Padahal, ini penting untuk dilakukan bagi setiap pemilik kendaraan beroda empat.

Mungkin masih banyak yang bingung bagaimana mengetahui berapa tekanan angin ban pada mobil yang ideal untuk pemakaian harian. Memperhatikan tekanan angin sangatlah penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara.

Untuk itu, simak lebih jauh mengenai penjelasan beteapa pentingnya memastikan tekanan ban mobil berada di ukuran yang semestinya.

Standar Ukuran Tekanan Angin Ban Mobil
Untuk memahami standarisasi ukuran tekanan angin ban mobil, Toppers perlu memahami beberapa hal penting seperti berikut ini:

Alasan Tekanan Ban Penting Diperhatikan

Berkendara dengan tekanan ban tidak tepat dapat memengaruhi pengendalian mobil, terutama pada pengereman mobil saat mobil dalam kondisi jalan basah. Sehingga periksalah keausan dan kerusakan ban untuk menghindari masalah secara tiba-tiba.

Meskipun, mungkin kamu tidak merasa tidak ada masalah dengan ban mobilmu mintalah bantuan profesional untuk memeriksa ban setiap tahun.

Tekanan angin ban mobil tak boleh kurang atau lebih. Tekanan angin ban mobil yang kurang dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Selain itu, kerusakan juga akan terjadi pada velg mobil.

Sedangkan, kelebihan ban yang berlebih juga berbahaya karena bantingan mobil akan terasa lebih keras dan setir lebih bergetar. Sehingga sangat mengurangi kenyamanan berkendara.

Cara Mengetahui Tekanan Angin pada Ban Mobil

Tekanan ban mobil umumnya tergantung dari jenis mobil yang digunakan dan ukuran velg-nya.

Untuk mobil SUV atau MPV dengan ukuran velg standar, tekanan ban yang digunakan adalah 30-35 pounds per square inch (psi).

Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar, seperti velg ukuran R17 dengan profil ban 40 atau 45, tekanan angin yang digunakan adalah 35-40 psi.

Selain itu, kamu juga bisa menemukan informasi mengenai rekomendasi tekanan angin ban mobil yang tepat di buku manual dan di stiker yang ditempel di pintu pengemudi atau penumpang depan atau di pilar pintu bagian dalam.

Mengapa Tekanan Angin Ban Mobil Turun?

Tekanan angin ban mobil yang turun disebabkan oleh adanya kontraksi antara udara panas dengan udara dingin di ban mobil itu sendiri. Terlebih, ban memiliki pori-pori yang sangat kecil.

Penurunan tekanan angin memang tidak banyak, sekitar 1 psi dalam satu bulan. Gunakan nitrogen agar sedikit lebih tahan dibandingkan dengan angin biasa.

Selain itu, penggunaan pentil juga harus diperhatikan. Kerusakan pada pentil juga bisa menjadi penyebab berkurangnya tekanan angin.

Hal ini, biasanya disebabkan oleh adanya celah yang cukup longgar untuk angin keluar. Untuk itu, segeralah ganti pentil ban mobil jika terlihat sudah tidak optimal penggunaannya.

Perlu Berhenti Saat Lampu Peringatan Tekanan Ban Menyala?

Kebanyakan mobil dan truk modern memiliki monitor peringatan tekanan ban sebagai perlengkapan standar. Lampu peringatan ini biasanya berbentuk U dengan tanda seru di dalamnya.

Ketika lampu indikator hidup, berarti ada yang tidak beres dengan kondisi mobil. Biasanya disebabkan oleh tekanan angin pada ban yang berkurang, meskipun tekanan angin hanya berkurang 1-3 psi.

Jangan panik dan berikan waktu beberapa menit untuk mengecek kondisi ban. Selalu pergi dan periksakan ke bengkel terdekat untuk mengisi angin ban kembali.

Kondisi ban yang kempes bisa menyebabkan kehilangan kendali atau selip. Bahkan, dalam beberapa kasus, berkurangnya tekanan ban dapat menyebabkan pecah ban. Sehingga dapat menyebabkan kecelakaan.