Tepis Pernyataan Sandiaga Uno, Waketum Golkar: KIB Solid

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menepis pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno tentang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berpeluang bergabung ke koalisi Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia menegaskan PPP bersama Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tetap solid.

“Saya enggak tahu apakah Pak Sandiaga Uno sudah menjadi warga PPP atau mengatasnamakan ketua umum PPP, kemudian mengatakan PPP gabung sama ini (koalisi Gerindra-PKB, Red),” ujar Doli di Jakarta.

Menurutnya, komunikasi dalam KIB dilakukan antarketua umum partai. Sejauh ini, komunikasi di antara tiga ketua umum partai terjalin baik dan ketiganya tetap setia dalam KIB.

Oleh karena itu, Doli berharap pernyataan Sandiaga Uno bisa diklarifikasi oleh Ketua Umum PPP Mardiono. Namun demikian, dia kembali menegaskan sampai saat ini KIB tetap solid.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengungkapkan peluang partai lain bergabung koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bentukan Gerindra dan PKB. Salah satu partai tersebut adalah PPP.

Semua koalisi, kata Sandiaga, masih dinamis, sehingga terbuka kemungkinan PPP merapat ke koalisi Gerindra-PKB.

“Jadi politik itu kan selalu last minute. Politik itu selalu cair dan dinamis,” tegasnya.

Kekuatan Besar Muncul dari Kekuatan Kecil yang Bersatu

Ketua umum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni PAN, Golkar dan PPP melakukan pertemuan di Restoran Bunga Rampai, Jalan Cik Ditiro Nomor 35, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara itu akan dihadiri Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional atau PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketua Umum DPP PPP Mardiono.

Sebelum pertemuan KIB di Restaurant Bunga Rampai, Menteng, Jakpus, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menganalogikan KIB, selayaknya tim yang sedang bertanding di gelaran Piala Dunia Qatar 2022.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengingatkan, pentingnya sikap untuk tidak merasa kecil sebelum bertanding.

“Kita jadi belajar, jangan pernah merasa kecil sebelum bertanding. Yang dianggap lebih kecil malah bisa mengejutkan dan menjadi pemenang,” kata Zulhas.

Dia menekankan, bahwa kekuatan besar justru muncul dari kekuatan-kekuatan kecil yang Bersatu dan konsisten. “Demikian juga KIB,” tegas Zulhas.

Mantan Ketua MPR ini menambahkan, Piala Dunia Qatar 2022 dapat menjadi pembelajaran untuk tidak menganggap enteng tim-tim kecil.

“Jepang, yang warnanya biru kaya PAN, bisa menang lawan Jerman. Arab Saudi, yang warnanya hijau kaya PPP, bisa menang lawan Argentina. Ya Kalau Brazil menang kan wajar. Yang warnanya kuning memang sudah duluan besar,” pungkas Zulhas.