Jokowi Temui Bocah 5 Tahun yang Selamat dari Timbunan Longsor 3 Hari

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyambangi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (24/11/2022). Dalam lawatannya, Jokowi turut menemui Azka, bocah berusia lima tahun yang sempat viral karena selamat setelah tertimbun longsor akibat gempa beberapa hari lalu.

Saat itu, Jokowi turut mendatangi tempat Azka dirawat di sela-sela kunjungannya ke RSUD Sayang Cianjur. Hal itu, diungkap Miftah (29) selaku paman Miftah yang tengah di lokasi.

“Bapak presiden tadi juga ke sini, nengok,” ujar Miftah kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut, Miftah menuturkan Jokowi juga turut menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya orangtua Azka. Termasuk, memberikan semangat kepada Azka.

“Disampaikan turut berbela sungkawa, terus memberijan motivasi ke Azka. Bilang ‘sabar, ini ujian’, gitu” paparnya.

Diketahui, Tim Damkar Kabupaten Bogor berhasil mengevakuasi korban gempa Cianjur dengan selamat. Korban ini merupakan seorang anak berusia lima tahun yang telah tertimbun reruntuhan selama tiga hari.

Danru Rescue 1 Damkar Kabupaten Bogor, Arman Riyanto mengatakan, usaha mereka akhirnya berbuah hasil setelah tiga hari melakukan pencarian.

“Pada saat dilakukan pembobokan tembok oleh SAR gabungan, kemudian tiba-tiba di bawah, jadi di tempat dia itu masih ada sela buat dia bergerak,” ujar Arman kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

Arman menceritakan, saat ditemukan anak tersebut masih bernapas. Anak ini pun sangat kuat bertahan di antara reruntuhan bangunan pascagempa selam tiga hari.

Jokowi: Dunia Alami Tantangan Luar Biasa, Krisis Demi Krisis Terjadi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi di hadapan para pemimpin dan delegasi Group of Twenty (G20) di Bali, Selasa (15/11/2022), menekankan dunia saat ini tengah mengalami tantangan luar biasa.

“Dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa. Krisis demi krisis terjadi. Pandemi Covid-19 belum usai, rivalitas terus menajam, perang terjadi,” kata Presiden dalam pidato pembukaan KTT G20 Sesi I yang membahas kondisi ekonomi global, ketahanan pangan, dan energi, di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua.
Dia menyampaikan dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan sangat dirasakan dunia terutama negara berkembang.

Sebagai contoh, soal pupuk, Kepala Negara menekankan agar persoalan pupuk ini tidak disepelekan. Sebab jika tidak segera diambil langkah konkret, agar persediaan pupuk tercukupi dan harga terjangkau, maka tahun 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram.

Krisis dapat semakin memburuk menjadi krisis pasokan pangan, karena kelangkaan dan mahalnya harga pupuk dapat meningkatkan harga pangan di berbagai belahan dunia.

“Bagi 48 negara berkembang dengan tingkat kerawanan tertinggi, akan menjadi kondisi yang sangat serius,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa mata seluruh dunia tertuju pada Forum G20. Dia menegaskan KTT G20 harus berhasil dilaksanakan dan tidak boleh mengalami kegagalan, guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia.

“Namun keberhasilan hanya dapat tercapai apabila kita semua tanpa terkecuali berkomitmen bekerja keras menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghadirkan sesuatu yang konkret yang bermanfaat bagi dunia,” jelasnya.