Review Mitsubishi New Xpander Cross 2022, Kupas Fitur Terbaru Dan Ubahannya

Review Mitsubishi New Xpander Cross 2022 kali ini akan mengulas sejumlah hal yang tim Carmudi rasakan usai mencobanya di Tangerang termasuk terkait fitur terbaru milik mobil tersebut.

Secara keseluruhan, versi terbaru Xpander Cross memang lebih menjanjikan, tapi ada satu hal diharapkan hadir pada mobil ini, tapi belum juga terwujud.

Sedikit mundur ke beberapa waktu lalu, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi meluncurkan pesaing Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan Honda BR-V ini dalam pameran GIIAS 2022 bulan Agustus.

Terdapat perampingan varian dari sebelumnya tersedia tiga pilihan menjadi hanya dua yang dibedakan jenis transmisinya; MT dan CVT Premium Package.

Varian CVT non Premium Package yang sebelumnya tersedia kini dibuang.

Bagaimana dengan harganya? Ada kenaikan sekitar Rp9 jutaan untuk versi baru ini. New Xpander Cross MT ditawarkan Rp309,95 juta dan New Xpander Cross CVT Premium Package dilepas Rp335,75 juta.

Terkait hal itu, penting bagi calon konsumen mengetahui perbedaan antara kedua varian meski nyaris tak tampak dari luar. Kedua varian sama-sama pakai pelek 17 inci dan lampu-lampunya semua juga sudah LED.

Perbedaan baru bisa dilihat jika masuk ke dalam kabin. Paling jelas adalah penggunaan bungkus jok kulit sintetis pada varian CVT Premium Package. Kemudian bangku baris tengah varian ini juga punya armrest.

Selanjutnya, varian CVT Premium Package menggunakan rem tangan elektris dan ada fitur cruise control-nya.

Sementara itu konsumen yang membeli varian MT harus puas dengan bahan jok fabric, rem tangan model tuas, dan tidak memiliki fitur-fitur yang disebutkan sebelumnya.

Untungnya penambahan fitur-fitur baru New Xpander Cross bersifat merata pada semua varian. Contohnya adalah teknologi keselamatan Active Yaw Control (AYC), multi around monitor dan wireless charger.

Dalam kehadiran model baru ini, AYC memang menjadi sorotan sebab fitur tersebut ibarat adalah ciri khas mobil-mobil flagship Mitsubishi. Seperti halnya Eclipse Cross hingga model legendaris Lancer Evolution.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dampaknya terhadap pengalaman berkendara dengan New Xpander Cross?

Review Fitur Terbaru Mitsubishi Xpander Cross
Singkat kata, tingkat kepercayaan diri saat mengemudikan mobil ini di jalanan yang licin jadi bertambah setelah mendapat tambahan fitur AYC. Carmudi merasakannya langsung dalam sesi test drive singkat baru-baru ini.

Dari sekian luas area tersedia, banyak bagiannya yang digenangi air. Ngerinya lagi genangan tersebut berada di tikungan bahkan area untuk melakukan donat (berkendara memutari satu titik tertentu).

Tim redaksi berusaha menemukan “batas” fitur AYC pada mobil ini. Dengan cara memasuki tikungan dan melakukan donat dalam kecepatan di atas rata-rata orang berkendara normal di jalan raya umum.

Hasil yang dirasakan, mobil tetap mampu menikung dengan stabil tanpa ada gejala understeer (melebar). Dengan kata lain mobil selalu berada dalam lajur yang diinginkan.

Situasi yang tergambar dari uji coba tersebut mungkin cukup langka terjadi di jalan raya sehari-hari. Sebabnya pengemudi yang waras pasti akan mengurangi kecepatan ketika menjumpai tikungan apalagi yang permukaannya basah.

Terlebih lagi menyadari Xpander Cross tak ubahnya sebuah “mobil keluarga” yang dipermak ala Sport Utility Vehicle (SUV).

Namun, jika suatu saat pengemudi secara mendadak dihadapkan pada situasi semacam itu maka fitur AYC akan sangat menolong untuk dapat menikung di jalanan licin dengan aman.

Dalam suatu kesempatan, pihak MItsubishi menjelaskan cara kerja AYC kepada kalangan media.

Fitur ini bekerja memanfaatkan sistem pengereman pada roda depan. Disebutkan adanya kerjasama antara AYC dengan fitur keselamatan aktif lainnya, yaitu Anti-lock Braking System (ABS) dan Active Stability Control (ASC).

Terkait impresi berkendara secara umum, Xpander Cross tetap menjadi Low SUV yang nyaman dikendarai. Sangat mudah mendapatkan posisi berkendara ideal dengan adanya pengaturan setir tilt dan telescopic.

Di samping itu, pengaturan joknya membuat H-point atau titik pinggul pengendara bisa berada di posisi yang tergolong rendah sehingga tidak begitu terombang ambing ketika mobil bermanuver.

Catatan positif lain dari mobil ini ialah bantingan suspensinya berada di titik keseimbangan yang pas antara sporty dan nyaman.

Perubahan Eksterior & Interior
Selain kehadiran fitur baru untuk meningkatkan kualitas berkendaranya, New Xpander Cross juga mendapatkan perubahan eksterior dan interior.

Wajah baru mobil ini mungkin tak mengejutkan lagi lantaran mengadopsi elemen-elemen yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di New Xpander.

Utamanya adalah T-shaped headlamp dan lampu belakang dengan konsep yang serupa.

Sedangkan jika dibandingkan versi sebelumnya, terlihat adanya perbedaan pada bentuk bumper depan dan belakang.

Lampu kabut pun kini dibuat horizontal yang menggantikan bentuk bulat. Tak ketinggalan, roof rail yang sebelumnya berwarna silver sekarang dibalut warna hitam.

Dan yang terakhir adalah desain pelek baru yang tampak lebih dinamis. Tidak seperti dulu yang terlihat kaku dengan desain palangnya yang tebal-tebal.

Perubahan yang mungkin tidak langsung terlihat adalah penyempurnaan pada molding rumah roda. Berbekal masukan dari para konsumennya, Mitsubishi membuatnya jadi lebih ramping.

Bagi mereka yang memerhatikan model sebelumnya, bagian ini memang tampak agak janggal sebab moldingnya terlalu menjorok ke arah luar.

Namun, hal itu sudah diperbaiki pada Xpander Cross edisi terbaru ini.

Beranjak ke interior, dapat ditemui cukup banyak bagian yang mengalami perubahan. Mulai dari lingkar setir baru, instrument panel cluster 8 inci, dan kini Xpander Cross juga punya wireless charger yang terletak di konsol tengah.

Kekurangan New Xpander Cross 2022
Hal yang disayangkan dari kehadiran New Xpander Cross 2022 adalah rem belakang masih menggunakan tromol.

Pembaca sekalian benar jika berpikir di kelas Low SUV semua pilihan produk dari merek Jepang masih menggunakan rem semacam itu untuk roda belakang.

Namun, Xpander Cross seharusnya berpeluang untuk menjadi pionirnya. Penggunaan rem cakram belakang akan memperkuat fundamental mobil ini sebagai Low SUV yang dilabeli pilihan konsumen berjiwa petualang.

Rasanya terlalu naif jika menjadikan harga murah sebagai alasannya. Pertama, Xpander Cross bukanlah pilihan murah di kategori Low SUV dengan harga melewati Rp330 juta.

Lalu jika keluar dari segmen Low SUV, Toyota sudah membuktikannya lewat All New Veloz yang kebetulan bermain di rentang harga yang mirip.

Dengan harga lebih murah beberapa juta, mobil tersebut punya rem belakang cakram ditambah segudang fitur keselamatan aktif pula.

Perlu diingat, tak semua konsumen mencari mobil berdasarkan jenis bodi, tapi ada juga yang berpegangan pada harga.