PKS Ingin Pilpres 2024 Diikuti 3 Pasangan Capres-Cawapres

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengatakan pihaknya menghendaki agar Pilpres 2024 diikuti oleh tiga pasangan capres-cawapres. Menurut Syaikhu, hal tersebut bisa mencegah terjadinya polarisasi di masyarakat sebagaimana pengalaman Pilpres 2019 yang hanya diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres.

Hal ini merupakan salah satu poin penting yang disampaikan Syaikhu dalam pidato refleksi akhir tahun yang disiarkan melalui kanal sosial media PKS.

“PKS pada Pilpres 2024 menghendaki terbentuknya minimal tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk memitigasi dan meminimalisasi polarisasi di tengah masyarakat serta memberikan lebih banyak alternatif pilihan bagi masyarakat,”ujar Syaikhu dalam pidato tersebut.

Syaikhu menyinggung terjadinya polarisasi berkepanjangan di tengah masyarakat pada Pemilu 2019 lalu. Menurut Syaikhu, salah satu penyebab polarisasi itu karena hanya terdapat dua pasangan capres-cawapres sehingga perbedaan politik di masyarakat meruncing tajam.

“Bangsa ini sudah banyak belajar dari pemilu-pemilu sebelumnya, khususnya Pilpres 2019 bahwa kontestasi politik yang seharusnya mengantarkan pada keadilan dan kesejahteraan rakyat, justru malah berujung pada polarisasi berkepanjangan di tengah masyarakat,” ungkap Syaikhu.

Untuk itu, kata Syaikhu, PKS menghendaki terwujudnya tiga pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024. Hanya saja, Syaikhu mengakui tidak mudah merealisasikan tiga pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024. Hal ini karena adanya presidential threshold 20 persen. Ketentuan tersebut membatasi hak dan peluang partai politik untuk dapat mengusung banyak pasangan capres-cawapres.

PKS, kata Syaikhu, memperjuangkan agar angka presidential threshold turun sehingga muncul lebih dari dua pasangan capres-cawapres. Namun, upaya tersebut ditolak MK.

“PKS telah berjuang dengan mengajukan permohonan judicial review ke MK agar ambang batas presidential threshold diturunkan. Meski ditolak oleh MK, dalam salah satu catatan putusannya, MK menyetujui gagasan PKS dengan memberikan rekomendasi kepada legislatif agar dapat memberikan angka yang rasional dan ilmiah terhadap ambang batas presidential threshold,” jelas dia.

Syaikhu lalu mengungkapkan upaya PKS dalam mewujudkan lebih dari tiga paslon dengan membangun koalisi dengan partai lain, yakni koalisi perubahan yang sedang digagas bersama Partai Nasdem dan Demokrat.

“Saat ini, PKS tengah melakukan penjajakan koalisi dan komunikasi politik dengan berbagai partai, khususnya dengan Partai Nasdem dan Partai Demokrat. PKS menghendaki hadirnya poros perubahan yang mampu melahirkan pemimpin bangsa yang memiliki karakter nasionalis religius dan menjadi simbol perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” terang Syaikhu.

Lebih lanjut, Syaikhu mengimbau semua pihak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah meningkatnya intensitas politik menuju pemilu 2024.

“Menjadi tugas kita bersama untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 2023 intensitas politik diprediksi akan semakin tinggi menjelang pemilu 2024. Seluruh elemen bangsa harus mengedepankan harmoni dan keutuhan bangsa di atas kepentingan partai atau kelompok,” kata Syaikhu.